close

Designed and Developed by Web Admin SMK Cendika Bangsa
Muffid Mahnun Copyright 2023 All right reserved

Proposal Cinta — Chapter 9

Published : 28 Juli 2025

Published by : Nila Krisna

Oleh : Erlin Nurhata Dinata — Siswi SMK Cendika Bangsa 

Hari-hari berlalu begitu cepat. Perekrutan anggota OSIS SMKN Semarang telah tiba. Suasana tegang menyelimuti ruangan wawancara. Semua calon anggota terlihat gugup, termasuk Kanaya. Tiba-tiba, seseorang duduk di sebelahnya. Fira! Ternyata dia juga ikut mencalonkan diri.

“Loh, Fira? Kirain siapa. Ikut juga?” sapa Kanaya basa-basi.

“Iya. Dari kelas kamu, siapa aja yang ikut daftar?” tanya Fira balik.

“Cuma aku doang. Kalau kelas kamu, Fir, ada siapa aja?” tanya Kanaya.

“Cuma aku, Klaudia, sama Anya aja,” jawab Fira.

“Lah, terus mereka mana? Atau udah di dalam?” tanya Kanaya, menunjuk ke arah ruang wawancara. Belum selesai bicara, Anya dan Klaudia sudah menghampiri mereka.

“Lah, hayo, ngomongin kita ya?” goda Anya, tersenyum jahil.

“Enggak kok! Iya kan, Fir?” Kanaya sedikit panik.

“Enggak-enggak, bercanda, Kay. Kayak sama siapa aja,” Fira menenangkan Kanaya.

Tak lama kemudian, Kanaya dipanggil untuk wawancara. Beberapa saat kemudian, ia keluar dari ruangan. Anya, Klaudia, dan Fira langsung mengerubungi Kanaya.

“Gimana tadi? Wawancara aman?” tanya mereka, penasaran.

Kanaya menghela napas. “Enggak aman-aman amat. Pertanyaannya random aja,” jawabnya sambil tersenyum. Ia pamit untuk kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran yang sempat tertunda.

Kringgggggg… Bel istirahat berbunyi, menandakan waktu Ishoma (Istirahat, Sholat, Makan). “Gimana, Nay, wawancaranya lancar?” tanya Putri, merapikan mejanya. “Lancar-lancar aja, tapi pertanyaannya random banget,” jawab Kanaya. “Terus, pengumuman penerimaan gimana?” tanya Putri lagi. “Katanya, nanti nama-nama siswa yang diterima bakal di-post di Instagram sekolah,” jelas Kanaya. Putri, yang mengantuk, hanya mengangguk. Tiba-tiba, Kanaya yang sedari tadi fokus ke layar HP-nya berteriak histeris dan melompat dari kursinya. “Put! Put! Sumpah!”

Putri terkejut, merebut HP Kanaya. Ekspresinya berubah drastis. “Whattt?! Peluang, Kay?!” teriak Putri, suaranya memenuhi kelas. “Rame wae sih!” sentak Yoga, kesal. “Sorry, sorry, Guys,” minta maaf Kanaya dan Putri.

“Di-follow back, Nay? Sejak kapan ngikutin Instagram Mas Kanen?” tanya Putri penasaran. “Sejak semalam! Baru aja di-follow back!” seru Kanaya, senang bukan kepalang. “Cieee… Instagramnya di-follow back, habis ini hatinya juga, ya?” goda Putri, tertawa lepas. Kanaya, kesal diejek, manyun. “Udah ah, jangan badmood dong, Nay. Ayo, kantin!” ajak Putri, menarik Kanaya. Putri masih tertawa melihat bibir Kanaya yang manyun sepanjang lima senti. Keduanya pun pergi ke kantin, tawa Putri masih terdengar hingga di luar kelas.

tag :

Karya

Literasi

Pojok Baca

Artikel Lainnya

ppdb smk cendika bangsa

SMK Cendika Bangsa

Kompeten - Cerdas - Santun

Jl. Raya Mojosari 02 A Kepanjen Malang 65163

smkcendikabangsa@yahoo.co.id

0341 - 391450

Sekolah

Tentang Kami

Info Karir

Visi Misi

Unit Bisnis

Mars Cendika Bangsa

Halaman

Hubungan International

Hubungan Industri

Bursa Kerja Khusus

Kesiswaan

Lokasi

Designed and Developed by Web Admin SMK Cendika Bangsa
Muffid Mahnun - Copyright All right reserved