smkcendikabangsa@yahoo.com 0341-391450

Sharing : one of natural law

SMK Cendika Bangsa > Teacher Corner > Sharing : one of natural law

Berbagi atau sharing (ing.) agak sulit dipahami dalam bahasa kita, Indonesia. Kesulitan pemahaman ini bisanya disebabkan karena adanya kata lain yang sama namun beda penggunaan. Orang Inggris mempunyai share dan devide, split, sedang kita cuma punya bagi. Itu mungkin salah satu yang membuat kita malas untuk melakukannya. Sama kasusnya dengan korban dan Qurban (arab.), jelas dua kata itu mempunyai arti dan maksud yang berbeda.

Share, not devide

Dalam bahasa Inggris, berbagi atau sharing berarti menggunakan sumber daya atau ruang secara bersama sama. Dalam arti sempit, mengacu pada penggunaan bersama pada ruang terbatas secara baik, seperti padang rumput atau tempat tinggal bersama. Sharing juga merupakan proses membagi dan mendistribusikan. Kita dapat mengamati aktivitas manusia dalam hal berbagi, kita juga dapat menemukan banyak contoh ini terjadi di alam. Ketika organisme mengambil gizi atau oksigen misalnya, organ internal yang dirancang untuk membagi dan mendistribusikan energi yang diambil memasok ke bagian-bagian tubuh lain yang membutuhkannya. Bunga membagi dan mendistribusikan bibit mereka untuk dapat meneruskan keturunannya.

Sharing adalah komponen dasar dari interaksi manusia, ia berfungsi untuk memperkuat ikatan sosial dan menjamin kesejahteraan setiap orang. Poinnya, aktivitas sharing tidak akan mengurangi apa yang telah kita “bagi” dengan yang lain tersebut. Apa yang kita berikan entitasnya tetap, hanya penggunaannya yang berubah. Yang lain, liyan, menjadi bisa ikut menggunakannya. Bagaimana jika liyan itu sebenarnya diri kita sendiri dalam bentuk yang lain?

Dalam pemahaman menggunakan bahasa kita hal yang disebutkan terakhir itu bisa terpeleset artinya. Dengan kata “bagi” kita sering memahami bahwa memberi itu artinya berkurang, karena dibagi, menjadi lebih kecil. Sharing belum bisa kita pahami sebagai “menggunakan secara bersama” tetapi “mengurangi apa yang telah menjadi hak kita”. Apakah sebenarnya kita punya hak?

Sharing adalah kewajaran alam

Di alam kita begitu banyak contoh – contoh baik besar maupun kecil, yang mengajarkan kepada kita bahwa berbagi itu merupakan suatu kesadaran saja. Daun – daun “dengan susah payah” mengolah karbon yang beracun menjadi oksigen yang menyegarkan bukan untuk dirinya sendiri. Oksigen itu bahkan tidak sempat dinikmatinya, ia hanya melakukan dan mendistribusikan untuk keperluan liyan, manusia atau binatang yang berteduh dibawah rindangnya. Lebah dengan suka rela membantu proses pembuahan (yang katanya dilakukan dengan tidak sengaja), yang ia tidak pernah menikmati buah hasil pembuahan tersebut.

Beda dengan manusia, yang katanya mempunyai kesadaran, ia membutuhkan jalan panjang untuk bisa sampai kepada kesadaran bahwa berbagi itu adalah suatu keharusan, kewajaran. Mungkin Adam merasa kesepian (walaupun di sorga) karena ia tidak dapat memenuhi salah satu kewajaran alam itu, berbagi, sharing. Ataukah sifat kita yang sombong dan serakah itu menghalangi kita untuk mau berbagi dengan liyan. Dua sifat yang menurut saya diajarkan oleh iblis / setan dengan sukses… meskipun mungkin dua sifat itu memang sudah ada sejak kita diciptakan.

Karena berbagi itu suatu kewajaran, jika ia tidak dilakukan maka akan terjadi kejadian – kejadian merugikan kita sendiri. Dan kita sudah sering mendengar dan melihat bahwa keserakahan, sebagai lawan dari berbagi, sering menyebabkan kerusakan dan kehancuran dimuka bumi, baik pada alam terlebih manusia.

Sering juga kita berargumen bahwa apa yang kita lakukan terhadap alam itu untuk kesejahteraan manusia juga. Jika itu dilakukan dengan semangat berbagi (baik kepada alam maupun manusia) kemungkinan besar tidak terjadi kerusakan. Namun jika terselip sifat serakah, kerusakan dan kehancuran itu akan segera terjadi, cepat atau lambat. Artinya kita harus jujur dan niat baik dalam melakukan usaha – usaha “eksploitasi” alam tersebut. Kita mempelajari alam dan manusia untuk kemudian dapat menggunakan ilmu pengetahuan itu demi kebaikan dan kelestarian bersama, bukan untuk memenuhi sifat keserakahan kita.

Tyo, Sambil mengunggu dosen, UB Malang, senin, 29 Okt 2012

reference :

http://en.wikipedia.org/wiki/Sharing

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terbaru

Pengumuman Hasil Administratif Staff Keuangan – SMK Cendika Bangsa
September 20, 2020By
Pengumuman Hasil Seleksi Administratif Tenaga Pendidik – SMK Cendika Bangsa
September 20, 2020By
Kurikulum SMK Cendika Bangsa 2020/2021
September 14, 2020By
We are using cookies to give you the best experience. You can find out more about which cookies we are using or switch them off in privacy settings.
AcceptPrivacy Settings

GDPR

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x