smkcendikabangsa@yahoo.com 0341-391450

KITA INDONESIA INDONESIA ITU LUKA (JUARA III lomba Cerpen HUT RI 75 SMK Cendika Bangsa)

SMK Cendika Bangsa > karya cendika > KITA INDONESIA INDONESIA ITU LUKA (JUARA III lomba Cerpen HUT RI 75 SMK Cendika Bangsa)

KITA INDONESIA INDONESIA ITU LUKA

Indonesia adalah negeri yang terdiri dari beribu-ribu pulau,berjuta-juta suku,adat istiadat dan beraneka ragam penduduk yang menghuninya.Kita harus sangat bersukur karena dapat lahir di tanah Indonesia yang kekayaaan alamnya sangat melimpah,baik dari  sumber daya alamnya maupun keanekaragamanya.

Namaku adalah Eltasya Natasya.Keluargaku berasal dari berbeda-beda daerah,seperti nenekku berasal dari Aceh sedangkan kakekku berasal dari Jawa Tengah,dan Ayahku dari Jakarta,sekarang aku dan keluargaku tinggal di Jakarta.

Walaupun kita berbeda daerah,tetapi kita sangat bertoleransi terhadap kebudaayannya yang berbeda-beda,dan jika kita melakukan percakapan ke sesama anggota keluarga,kita menggunakan bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.

Di keluargaku tidak pernah terjadi pertikaian karena masalah perbedaan budaya,mereka sangat menghargai satu sama lainya,terkadang mereka juga belajar budaya satu sama lain.Oleh karena itu,suasana di keluargaku sangat tentram dan harmonis tanpa adanya perpecahan.

Aku juga mempunyai seorang tetangga bernama Desy dan Kadek,tidak hanya sebatas tetangga,dia juga teman baikku.Aku juga selalu bermain dengan mereka.Kami juga berbeda asal daerahnya bahkan  satu dari kami ada yang berbeda agama.Temanku Desy berasal dari Surabaya sedangkan Kadek berasal dari Bali.

Oh iyaa,aku dan keluargaku menganut agama Islam murni begitu juga dengan keluarganya Desy,sedangkan keluarganya Kadek menganut agama Hindu,ya karena mereka berasal dari Bali.Tau sendiri lah  ya mayoritas masyarakat Bali menganut agama apa??

Hari itu,saat aku bermain dengan Desy di halaman rumah,tiba tiba kedua mataku terfokus pada seseorang yang sedang duduk di ayunan sambil menundukkan kepalanya,ya ternyata itu Kadek.”Kenapa?kok murung?’tanyaku pada Kadek sambil berjalan mendekatinya.

“Ngga ko.”jawab Kadek sambil mengalihkan arah duduknya

“Kamu pasti bohongnyaa,gapapa jujur aja masa sama sahabat sendiri harus berbohong.’Ucapku sambil merasa bingung dengan sikapnya.

“Apa si, ,kerjaanya ngurus hidup orang terus.Urusin tuh urusan kamu!”Bentak Kadek sambil berjalan mencoba meninggalkanku.

“Kadek,apa salahku?’tanyaku sambil menahan air mata yang hampir    membasahi pipi.

Mendengar pertanyaan tersebut,Kadek tetap saja melanjutkan jalannya dan meninggalkan aku sendiri.

            Desy yang melihat dari jauh tak tinggal diam,dia medekati aku .”Apa yang terjadi dengan Kadek,lah kenapa kok tiba-tiba pergi?”Aku tak menjawab pertanyaan dari Desy,yang aku lakukan hanya menunduk dan menangis.

            “Eh,kok nangis si?”Tanya Desy sambil memelukku.

“Yauda,mending kita masuk ke rumahmu aja.”Ajak Desy,dan aku hanya membalas dengan anggukan kepala.

“Desy mengantarkanku sampai ke dalam ruang tamu,bahkan dia sekarang sedang menenangkan ku yang masih saja menangis.”

Setelah tangisanku lumayan mereda,Desy pun langsung  bertanya apa yang terjadi kepadaku dan Kadek tadi.Akupun mulai  menceritakan kepada Desy.Setelah selesai bercerita,Desy pun juga ikut kebingungan dengan sikap Kadek yang tiba-tiba berubah seperti itu.

“Apakah kamu pernah melakukan kesalahan kepada Kadek,hingga Kadek  menjadi seperti itu?”Tanya Desy tiba-tiba.

“Seingatku tidak Des,kamu tau sendiri lah ya kita sahabatan tidak pernah bertengkar meskipun kita berbeda agama.”Jawabku kepada Desy.

“Yauda,sekarang kamu tenangin diri kamu dulu El,besok kita ke rumah Kadek untuk menanyakan apa yang terjadi dengan dirinya.”Kata Dessy yang mencoba menenangkanku yang dari tadi sedang melamun.

Aku hanya menganggukkan kepala dan mencoba untuk menenangkan pikiranku yang dari tadi memikirkan Kadek.

“Terimakasih Des,kamu sudah menenangkanku aku harap besok Kadek bisa menjelaskan kenapa dia begitu.” Kataku kepada Desy sambil tersenyum tipis.

Keesokan harinya,aku dan Desy mengunjungi rumah Kadek,Sesampainya di rumah Kadek kita merlihat seorang wanita yang sedang menyirami bunga senyum indah di bibirnya.

“Permisi bu,”Sapaku dengan Desy kepada Wanita itu yang tak lain adalah ibunya Kadek.”

“Oh iyaa nak,mau mencari Kadek kah kalian kesini,”jawabnya dengan ramah.

“Iya bu kita mencari Kadek.Apakah Kadek ada di rumah,”jawab Desy

“Iya ada,Kadek ada di kamarnya.”jawab Ibu Kadek

“Baik bu,,kita mau permisi masuk ke kamarnya Kadek dulu ya bu,terimakasih.”jawabku dengan tersenyum ramah.

“Iya nak,silahkan masuk.”balasnya dengan ramah.

Kemudian kami berdua pun langsung memasuki rumahnya Kadek.Ssetelah aku dan Desy sudah sampai di depan pintu kamar Kadek,Aku dan Desy merasa bingung apakah kita harus mengetuk pintu terlebih dahulu atau langsung masuk ke dalam kamar Kadek.Ya meskipun jika kita langsung main masuk kamar      orang kan namanya gak sopan,tapi jika kita mengetuk pintu dulu yang ada Kadek tidak mau membukakan pintunya.

Akhirnya setelah beberapa menit berpikir,Aku dan Desy memutuskan untuk langsung masuk ke kamar Kadek.Setelah ku buka pintu kamar dengan pelan-pelan dan terlihatlah seorang anak perempuan yang sedang berkaca,yaa itu adalah Kadek.

Kadek yang tahu bahwa aku dan Desy yang membuka pintu kamarnya pun merasa terkejut.”Kenapa kalian tiba-tiba masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu dulu?”Kata Kadek dengan nada yang tinggi.

“Tenang dulu,kita tadi mau mengetuk pintu kamarmu,lalu kita berpikir jika kita mengetuk pintu terlebih dahulu apakah kamu akan membukakan pintunya dan memperbolehkan kami masuk”Jelas Desy.

“Lalu,mau apa kalian kesini,”Tanya Kadek

“Kita di sini mau bertanya kepada mu Dek.Sebenarnya ,apa yang terjadi? Apa kita membuat kesalahan kepadamu?,Aku dan Elta tidak mau kalau persahabtan kita pecah seperti ini,”jelas Desy dengan nada sedih.

“Apa aku membuat kesalahan kepadamu,sampai kamu marah kepadaku seperti kemarin?”tanyaku kepada Kadek

Kadek tidak menjawab pertanyaanku dengan Desy,dia hanya membalikkan badan dan terdiam.Suasana di kamar menjadi sepi,tetapi tidak beberapa lama Kadek pun berbicara.

“Maaf belakangan ini aku agak menjauh dari kalian.Jangan tanyakan mengapa?Karena kita itu berbeda agama.Memang pertama aku merasa biasa saja berteman dengan kalian,tapi lama kelamaan aku merasa tidak enak.Karena orang lain akan berfikiran buruk terhadap kita terutama kalian?Maka dari itu aku coba menjauh dari kalian mulai dari sekarang.Yaa, meskipun berat tapi demi kebaikan mau gimana lagi.”Jelas Kadek.

“Jadi kamu ngejauh cuma gara-gara kita berbeda agama?”Tanyaku kepada Kadek.

“Padahalkan di Inonesia itu beragam ragam agama, adat istiadat, suku, bahasa dan kebudayaan lainya.Jadi kenapa kita harus berpisah cuma karena beda agama?”Jawab Desy.

Mendengar jawaban dari ke dua sahabatnya itu,Kadek menjadi terdiam.

“Aku tidak mau Dek jika sahabatan kita terpecah hanya gara-gara berbeda agama.”kataku.

“Ingat,Indonesia Itu Kita,bukan aku atau kamu!Kita juga berpengang teguh pada semboyan kita yaitu Bhineka Tunggal Ika.Meskipun kita berbeda tetapi kita tetap satu.”Jawab Desy dengan tegas.

“Maafin aku teman-teman,aku sadar bahwa aku memang salah.Makasih ya,kalian sudah mengingatkan aku pada semboyan kita.Aku bangga mempunyai sahabat seperti kalian”ucap Kadek terdengar sangat tulus.

“Kita kan Indonesia,jangan jadikan perbedaan menjadi pemecah tetapi jadikan perbedaan menjadi pemersatu kita.”Jawabku dengan senyum bahagia,.

“Nah iya betul itu,”Sahut Desy.

Untuk itu mari kita bersama-sama mengucapkan semboyan Negara kita.

“Satu,dua,tigaaa..”hitungku

“Bhineka Tunggal Ika,Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu Jua”sahut kita dengan suara yang sangat kompak.

“kemajemukan harus bisa di terima tanpa adanya perbedaan.”

(Gus Dur)

SEKIAN TERIMAKASIH

penulis : Lailatul Nuraini X AKL

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terbaru

Pengumuman Hasil Administratif Staff Keuangan – SMK Cendika Bangsa
September 20, 2020By
Pengumuman Hasil Seleksi Administratif Tenaga Pendidik – SMK Cendika Bangsa
September 20, 2020By
Kurikulum SMK Cendika Bangsa 2020/2021
September 14, 2020By
We are using cookies to give you the best experience. You can find out more about which cookies we are using or switch them off in privacy settings.
AcceptPrivacy Settings

GDPR

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x