smkcendikabangsa@yahoo.com 0341-391450

Pemikiran ibu Kartini sungguh inspiratif. Di akhir tahun 1.800an Kartini muda yang masih berusia 12th merasa sedih dg kehidupan wanita jawa, dimadu, dicampakkan, dijodohkan dg org tak dikenal, tidak punya pendidikan, tdk punya keterampilan, hidupnya hanya bergantung dg laki2. Bagaimana seorg perempuan bisa membimbing putra-putrinya jika dia harus bodoh.
Dia merubah budaya dimana dia meminta syarat saat menikah bahwa dia diperkenankan membuka sekolah utk perempuan dan kaum miskin,

Dia meminta Yu Ngasirah (ibu kandungnya) tdk lagi dipanggil Yu seperti pembantu dan di panggil *Mas Ajeng* (sebutan lain ibu) walaupun dia seorg selir. Dan menempatkan ibunya di rumah induk.

Yg menarik lagi Kartini yg menjadi Istri ke3 namun berperan sebaga garwo padmi, justru tidak mau suaminya menceraikan istri-istrinya….

Soal Islam, awalnya Kartini kurang respek, krn dia selalu bertemu dg guru agama yg tidak memperbolehkan Al Qur’an utk diterjemahkan.

Hingga suatu saat dia menwmukan Kyai modern yang mengartikan Al Qur’an…hingga ia menulis surat pada teman2nya di Belanda bahwa Islam itu agama yang indah.

Kartini juga menemukan perbedaan perempuan Jawa dan Belanda…

Di Belanda ada Kebebasan

Di Jawa ada *Bakti*
Selamat hari Kartini

*Hestiday*

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terbaru

Pengumuman Hasil Administratif Staff Keuangan – SMK Cendika Bangsa
September 20, 2020By
Pengumuman Hasil Seleksi Administratif Tenaga Pendidik – SMK Cendika Bangsa
September 20, 2020By
Kurikulum SMK Cendika Bangsa 2020/2021
September 14, 2020By
We are using cookies to give you the best experience. You can find out more about which cookies we are using or switch them off in privacy settings.
AcceptPrivacy Settings

GDPR

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x